Ella Sponge
mati lampu :)
Ella Sponge
Lunglai – ganas karena bahagia dan sedih,
indah dan gigih cinta kita di dunia yang fana.
Nyawamu dan nyawaku dijodohkan langit,
dan anak kita akan lahir di cakrawala.
Ada pun mata kita akan terus bertatapan hingga berabad-abad lamanya.
Juwitaku yang cakap meskipun tanpa dandanan
untukmu hidupku terbuka.
Warna-warna kehidupan berpendar-pendar menakjubkan
Isyarat-isyarat getaran ajaib menggerakkan penaku.
Tanpa sekejap pun luput dari kenangan padamu
aku bergerak menulis pamplet, mempertahankan kehidupan.
Jakarta, Kotabumi, 24 Maret 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi
Ella Sponge
Last Child - Percayalah Lyrics

ujian hidup yang selalu menerpamu
yang berjuang untuk hidup yang hanya sementara
rasa perihnya hujan di hatimu
yang diberikan oleh rasa yang hanya sementara

kita hidup di dunia yang penuh tanda tanya
yang tak mungkin kau ubah dan terpaksa mengikutinya
kita berada di antara benar atau salah
yang tak mungkin dapat kau ukur dengan rasa

berdoalah, sampaikan pada Tuhan semua keluh kesahmu
Dia kan menjawabnya
percayalah, dia kan menunjukkan kasihNya padamu
melalui jalannya, percayalah

wahai kamu yang tak seperti mereka
yang terlihat cerah menjalani hidupnya
pandangan hidup yang selalu lihat ke atas saja
jadi pemicu keinginan yang tiada habisnya

bersujudlah, akui pada Tuhan semua kelemahanmu
Dia kan menguatkannya
memohonlah, Dia kan memberikan yang terbaik untukmu
melalui caraNya, percayalah

berdoalah, sampaikan pada Tuhan semua keluh kesahmu
Dia kan menjawabnya
percayalah, dia kan menunjukkan kasihNya padamu
melalui jalannya, percayalah

bersujudlah, akui pada Tuhan semua kelemahanmu
Dia kan menguatkannya
memohonlah, Dia kan memberikan yang terbaik untukmu
melalui caraNya, percayalah
lirik ini membuat hati ku menjadi tenang. memberikan motivasi kepada ku bahwa dengan adanya ALLAH SWT kita harus percaya denganNYA,masalah-masalah yang DIA berikan harus dijalani dengan tenang dan percaya pasti ada jalan keluarnya. Amien......:)
Ella Sponge
hari ini hari Rabu tanggal 18 April 2012..
huft hari berjalan tanpa berhenti ya,,andai aku bisa menghentikan waktu, sayangnya tidak bisa karena aku hanya manusia biasa. oke..aku akan ngepost tentang kejadian waktu hari minggu kemarin. Allah SWT memang Maha Adil, Maha Kuasa, Maha Segala-galanya. betapa tidak, rencana yang semulanya akan dibuat aku dengan teman ku yang bernama Zaki gagal. tetapi di waktu lain kami dipertemukan dengan tidak sengaja di Semarang. betapa tidak persahabatan yang lama sudah kami jalani sejak SMA kelas satu (masih unyu-unyu n kayanya belum ada FB dehh) hehehe..Aku, Zaki, dan Uus sudah berteman selama kurang lebih lima tahun. entah jodoh atau apa kami selalu dipertemukan jika kami saling kangen. nah...minggu kemarin, Uus yang kuliahnya di Tegal (medoknya keluar) hehehe.dia datang ke semarang hanya untuk membeli buku. woooww..kalo dipikir-pikir capek juga ya, jauh-jauh dari Brebes ke semarang hanya untuk membeli buku. itulah perjuangan anak kuliah. jadi jangan remehkan anak kuliahan ya...hehe. oke lanjut, malam harinya kami begadang bareng. kebiasaan anak perempuan kalo udah pada ngumpul ya ngrumpi..ngrumpi apa aja, mulai dari kejadian lucu, pacar, mantan pacar, ya...nostalgila eh nostalgia gitu deh..hehe. besok paginya kami pergi bareng-bareng nyari buku yang akan dipakai buat tugas temen ku itu. tempat pertama kami adalah PASAR JOHAR. ya...pasar johar pasar terbesar di kota Semarang (katanya sii). di situ kami melihat banyak orang yang berjual beli, Uus dan Ade sibuk mencari-cari buku yang cocok untuk jadikan referensi TA nya. Aku, Zaki hanya membantu menanyakan pada penjual. setelah beberapa jam kemudian, Aku dan Zaki merasa bosan dan memutuskan untuk melakukan sesuatu. sesuatu itu adalah (jeng jeng..musik keluar) NARSIS prend...hah???di pasar foto2?hahaha, malu-maluin aja yah..tapi gak apa-apa. kami sudah kebal dengan yang namanya malu. hehe,setelah johar sudah kami kunjungi, lalu target selanjutnya adalah stadion. di situ juga ada buku-buku mulai dari buku pendidikan, kesehatan deelel..hehe
Ella Sponge
jam 11 malam di kamar kost
apakah harga diri itu?apakah penting mempertahankan harga diri kita?jika harga diri itu tidak bisa lagi dipertahankan apa yang harus dilakukan?ada sebagiab orang yang mempunyai harga diri yang tinggi. aku belum menemukan orang yang tidak berharga diri. menjadi orang yang ingin dihargai itu lah orang-orang pakai dalm kehidupan sehari-hari. apakah harga vdiri yang tinggi bisa dikatakan sombong?aku benci dengan orang sombong, riya, suka pamer. dia tidak memikirkan orang di sekelilingnya. tak heran banyak yang tidak suka dengan orang sombong. apakah ada persamaan sombong dan harga diri yang tinggi? menurutku sama saja. orang sobong tidakmau menderita. dia hanya memikirkan kesenangan sendiri saja. tidak melihat orang lain. itulah manusia yang kurang akal. hanya dunia saja yang dipentingkan. selalu memamerkan sesuatu yang dianggapnya baru atau MAHAL. masih ada langit di atas langit. roda terus berputar. jangan sampai kita melupakan ALLAH SWT yang telah memberikan semuanya kepada kita. semoga saja dia sadar apa yang sering dia lakukan. :)
Ella Sponge


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah             : SMP Negeri 2 Semarang
Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester          : VII / II
Standar Kompetensi   : 10. Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi dan pengalaman melalui kegiatan menanggapi cerita dan telepon
Kompetensi Dasar       : 10.2 Mampu bertelepon dengan kalimat efektif dan bahasa yang santun
Alokasi Waktu            : 2 X 40 Menit
Indikator                     : 1. Mampu menulis materi bertelepon sesuai konteks
2. Mampu bertelepon dengan kalimat efektif dan bahasa yang santun sesuai dengan konteks
A.    Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa dapat menulis materi bertelepon sesuai dengan konteks
2.      Siswa dapat bertelepon dengan kalimat efektif dan bahasa yang santun sesuai konteks
B.     Materi Pembelajaran
Tata cara bertelepon
Selain menulis surat, kita juga dapat berkomunikasi melalui telepon. Jika berkomunikasi melalui surat kita harus menulis kabar dan mengirimkannya melalui pos. Kita pun harus menunggu lama hingga surat itu sampai.
Dengan telepon kita bisa lebih cepat menyampaikan kabar. Kita hanya mengangkat gagang telepon, menekan nomor yang dituju, lalu berbicara dengan orang yang kita tuju.
Dalam berbicara melalui telepon kita harus menaati aturan bertelepon. Diantaranya adalah:
a)      Mengucapkan salam
b)      Memperkenalkan diri
c)      Menyebutkan nama orang yang akan diajak berbicara
d)     Berbicara dengan orang yang dituju secara singkat dan jelas
e)      Mengakhiri pembicaraan dengan mengucapkan salam.
sumber buku paket Bahasa Indonesia SMP kelas VII Semester 2

C.     Metode Pembelajaran
Tanya jawab
Diskusi
penugasan
D.    Langkah-langkah Pembelajaran
1.      Kegiatan awal
Ø  Guru mengucapkan salam dan berdoa (religius)
Ø  Guru mempresensi kehadiran siswa (disiplin)
Ø  Guru memberikan apersepsi (tanggung jawab)

2.      Kegiatan inti
Eksplorasi
Ø  Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai alat komunikasi telepon (rasa ingin tahu)
Ø  Siswa menunjukkan contoh percakapan bertelepon dengan menggunakan bahasa yang santun (mandiri)
Ø  Siswa membentuk kelompok secara bersamaan (kerja sama)
Elaborasi
Ø  Guru memberikan materi mengenai tata cara bertelepon (rasa ingin tahu)
Ø  Siswa mengambil salah satu undian yang berisi konteks yang harus dikerjakan siswa (toleransi)
Ø  Siswa beserta pasangannya membuat percakapan sesuai konteks (kerja sama)
Ø  Siswa menyampaikan percakapan yang telah dibuat bersama pasangannya (kerja sama)
Konfirmasi
Ø  Siswa mengomentari penampilan siswa lain mengenai tata cara bertelepon (bersahabat)
Ø  Guru dan siswa mengomentari percakapan dengan kalimat yang efektif dan bahasa yang santun (jujur)
Ø  bersama-sama dengan guru  membuat rangkuman/simpulan  pelajaran
Ø  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan 
3.      Kegiatan penutup
Ø  menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Ø  Siswa melakukan refleksi dengan cara mengungkapkan keuntungan atau manfaat menguasai cara bertelepon yang benar dalam kehidupan sehari-hari dan kerugian yang mungkin dialami oleh siswa jika tidak menguasai cara bertelepon dengan benar

E.     Sumber belajar
Buku paket Bahasa Indonesia kelas VII
F.      Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Penilaian
Instrumen
·    Mampu menulis materi bertelepon sesui konteks

·    Mampu bertelepon dengan ber­bagai mitra bicara sesuai dengan konteks

Tes praktik/kinerja
Tes simu­lasi


Uji Petik Produk

·    Berteleponlah dengan temanmu sesuai dengan konteks!
·    Bacalah dengan saksama ilustrasi berikut!
·    Kamu tidak masuk sekolah karena sakit. Ingin mengirim surat pemberitahuan kepada guru piket, tidak ada temanmu yang tempat tinggalnya dekat dengan rumahmu. Satu-satu alat komunikasi yang ada di rumahmu hanya telepon rumah. Teleponlah guru piket sekolah sesuai dengan ilustrasi di atas







Rubrik pedoman penskoran untuk uji petik produk (kemampuan bertelepon)
No.
Kegiatan
Skor

1.1 siswa dapat menelepon sesuai dengan tata cara bertelepon dengan bahasa yang tepat (singkat dan jelas) dan sntun
100

1.2 siswa menelepon sesuai dengan tata cara bertelepon dengan bahasa yang santun, tetapi belum tepat (singkat dan jelas)
75

1.3 siswa menelepon sesuai dengan tata cara bertelepon dengan bahasa yang tepat (singkat dan jelas) tetapi belum santun
50

1.4 siswa menelpon sesuai dengan tata cara bertelepon, tetapi tidak menggunakan bahasa yang tepat (singkat dan jelas) dan tidak santun
25

1.5 siswa tidak dapat menelpon sesuai dengan tata cara bertelepon dengan bahasa yang tepat (singkat dan jelas) dan santun
0


                   Skor Perolehan
NILAI = ------------------------------------ x 100
                   Skor Maksimum



Mengetahui,
Kepala sekolah



(Nazla Maharani Umaya, M.Hum)
NIP / NIK : ..........................

Semarang,24 Maret 2012
Guru Mapel BHS Indonesia,



(Laela Nur Fitriana, S.Pd)
NIP / NIK : ..........................


Ella Sponge


Nama   : Laela Nur Fitriana
NPM   : 09410073
Kelas   : 6B
Makul  : ANALISIS WACANA

Paragraf Kohesi Leksikal
Penghuni kos di tempat saya ada berbagai macam karakter  teman-teman. Ada yang pendiam, cerewet, ada juga yang biasa-biasa saja. Kami sangat berbeda. Meskipun berbeda kami selalu saling membantu. Seperti ketika ada seorang yang tidak mempunyai peralatan makan, seperti sendok, piring, atau gelas mereka meminjam kepada kami. Kami senasib seperjuangan. Mulai dari kami bertemu kami sudah saling cocok.  Kami berasal dari daerah yang berbeda-beda. Kami dari kota kecil yang berada di Jawa Tengah, seperti kota Brebes, kota Pekalongan, kota Batang,kota  Rembang, dan masih banyak lagi. Kami tidak menyukai bertengkar atau ribut. Kami sadar disini hanya merantau yang ingin mencari ilmu. Jadi kami harus pandai-pandai mencari teman juga di tempat perantauan kami.  
Keteranagan:
1.      Pengulangan / Repetisi            : teman-teman
2.      Sinonimi                                  : bertengkar atau ribut, senasib seperjuangan
3.      Antonimi                                 : pendiam, cerewet
4.      Hiponimi                                 : peralatan makan, seperti sendok,  piring, atau gelas
5.      Kolokasi                                  : Jawa Tengah, seperti kota Brebes, kota Pekalongan, kota Batang,kota  Rembang
6.      Ekuivalensi                              : merantau = me- + rantau
 perantauan = pe-an + rantau